Welcome to My Blog
Ekspesikan dirimu melalui tulisan
Mulai dengan sebuah kata

Rabu, 16 November 2011

TEKNIK PENGUMPULAN DATA


Teknik pengumpulan data yaitu angket, wawancara, observasi dan studi dokumentasi.

Angket
Angket (self-administered questionnaire) adalah teknik pengumpulan data dengan menyerahkan atau mengirimkan daftar pertanyaan untuk diisi sendiri oleh responden (orang yang memberikan respons atau tanggapan atas – atau menjawab – pertanyaan – pertanyaan yang diajukan).

Keuntungan Teknik Angket
a)    Angket dapat menjangkau sampel dalam jumlah besar kkarena dapat dikirim melalui pos.
b)    Biaya yang diperlukan untuk membuat angket relatif murah.
c)    Angket tidak terlalu mengganggu responden.

Kerugian Teknik Angket
a)    Jika angket dikirim melalui pos, maka presentase yang dikembalikan relatif rendah.
b)    Angket tidak dapat digunakan untuk responden yang tidak bisa membaca dan menulis.
c)    Pertanyaan – pertanyaan dalam angket dapat ditafsirkan salah atau tidak ada kesempatan untuk mendapatkan penjelasan.

Pertanyaan – pertanyaan dalam penelitian dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
a)    Pertanyaan terbuka
Pertanyaan terbuka merupakan pertanyaan yang jawabannya tidak disediakan sehingga responden bebas menuliskan jawabannya sendiri.
Pertanyaan terbuka dapat memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawaban yang sesuai dengan pandangannya, tetapi akan sulit mengolahnya karena harus membaca semua jawaban yang diberikan dan kemudian menggolong – golongkannya.

b)    Pertanyaan tertutup
Pertanyaan tertutup merupakan pertanyaan yang jawabannya sudah disediakan sehingga responden hanya memilih salah satu jawaban yang sudah disediakan dengan memberikan tanda.
Pertanyaan tertutup mudah mengolahnya, tapi tidak memberikan kebebasan kepada responden untuk memberikan jawabannya.

Dalam membuat jawaban altenatif untuk pertanyaan tertutup atau dalam menggolong – golongkan jawaban yang diberikan pada pertanyaan terbuka, perlu memperhatikan ketentuan berikut:
1)    Penggolongan hanya didasarkan atas satu prinsip atau satu dimensi.
2)    Golongan – golongan yang dibuat harus saling meniadakan (mutually exclusive).
3)    Golongan – golongan yang dibuat harus menyeluruh (exhaustive)

Pedoman yang harus diperhatikan dalam membuat pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan untuk instrumen penelitian (Rubin & Babbie, 1989), sbb:
1)    Pertanyaan atau pernyataan yang dibuat harus jelas dan tidak meragukan.
2)    Hindari pertanyaan atau pernyataan ganda.
3)    Respnden harus mampu menjawab.
4)    pertanyaan – pertanyaan atau pernyataan – pernyataan harus relevan.
5)    Pertanyaan atau pernyataan pendek adalah yang terbaik.
6)    Hindari pertanyaan, pernyataan, atau istilah yang bias, termasuk tidak menanyakan pertanyaan atau mengajukan pernyataan yang sugestif.

Untuk Angket, mulailah dengan pertanyaan – pertanyaan yang menarik dan tidak dengan pertanyaan – pertanyaan yang sensitive atau yang sangat pribadi. Sedangkan pertanyaan – pertanyaan untuk identitas, disarankan untuk ditanyakan pada bagian terakhir. Format instrumen perlu dibuat secara menarik dan juga mudah diisi. Petunjuk pengisian harus jelas.


Wawancara
Wawancara (interview) adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyan secara langsung oleh pewawancara (pengumpul data) kepada responden, dan jawaban – jawaban responden dicatat atau direkam.

Keuntungan Wawancara
a)    Wawancara dapat digunakan untuk responden yang tidak bisa membaca dan menulis.
b)    Jika ada pertanyaan yang belum dipahami, pewawancara dapat segera menjelaskannya.
c)    Wawancara dapat mengecek kebenaran jawaban responden dengan mengajukan pertanyaan pembanding, atau dengan melihat wajah atau gerak – gerik responden.

Kerugian Wawancara
a)    Wawancara memerlukan biaya yang sangat besar untuk perjalanan dan uang harian pengumpul data.
b)    Wawancara hanya dapat menjangkau jumlah responden yang lebih kecil.
c)    Kehadiran pewawancara mungkin mengganggu responden.

Hal yang perlu Diperhatikan oleh Pewawancara
1)    Penampilan fisik
2)    Sikap dan tingkah laku
3)    Identitas
4)    Persiapan

Untuk wawancara, pertama kali perlu dijalin hubungan baik dengan responden.setelah menjelaskan maksud dan tujuan penelitian, tanyakanlah data tentang identitas yang mudah dijawab. Selanjutnya, secara bertahap menanykan pertanyaan – pertanyaan yang lebih sulit dan mendalam.


Observasi
Observasi yaitu pengamatan dengan menggunakan indera penglihatan yang berarti tidak mengajukan pertanyaan – pertanyaan.

Keuntungan Observasi
a)    Data yang diperoleh adalah data yang segar dalam arti data yang dikumpulkan diperoleh dari subjek pada saat terjadinya tingkah laku.
b)    Keabsahan alat ukur dapat diketahui secara langsung.

Kerugian Observasi
a)    Untuk memperoleh data yang diharapkan, maka pengamat harus menunggu dan mmengamati sampai tingkah laku yang diharapkan terjadi.
b)    Beberapa tingkah laku, sukar atau tidak mungkin diamati bahkan bisa membahayakan jika diamati.

Berdasarkan keterlibatkan pengamatan dalam kegiatan – kegiatan orang yang diamati, observasi dapat dibedakan menjadi:
1)    Observasi partisipan
2)    Observasi takpartisipan

Berdasarkan cara pengamatan yang dilakukan, observasi dibedakan menjadi dua bagian, yaitu:
1)    Observasi tak berstruktur
2)    Observasi berstruktur


Studi Dokumentasi
Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukkan kepada subjek penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam, tidak hanya dokumen resmi.

Berdasarkan sumbernya dokumen dibedakan menjadi:
1.    Dokumen primer
Contoh otobiografi.
2.    Dokumen sekunder
Contoh biografi.

Keuntungan Studi Dokumentasi
a)    Untuk subjek penelitian yang sukar atau tidak dapat dijangkau, studi dokumentasi dapat memberikan jalan untuk melakukan penelitian.
b)    Takreatif.
c)    Analisis longitudinal.
d)    Besar sampel.

Kerugian Studi Dokumentasi
a)    Bias.
b)    Tersedia secara selektif.
c)    Tidak lengkap.
d)    Format yang tidak baku.





Sumber: Soehartono, Irawan.1995.Metode Penelitian Soaial.Bandung:Remaja Rosdakarya

Rabu, 09 November 2011

LAPORAN


Dalam laporan yang ditulisnya hanya menyampaikan hal – hal yang esensil, hal – hal pokok yang bertalian dengan tugasnya, sehingga orang yang menerima laporan itu segera mengetahui masalahnya, dan dapat segera mengambil langkah – langkah yang diperlukan.

Laporan merupakan suatu jenis dokumen yang sangat bervariasi bentuknya dan sebab itu sukar diberi suatu batasan pengertian yang jelas. Variasinya mulai dari suatu bentuk laporan yang sederhana berbentuk angka – angka sebagai suatu gambaran mengenai perkembangan suatu persoalan, sampai kepada laporan yang terdiri dari beberap jilid buku yang masing – masing terdiri dari ratusan halaman. Ada yang berbentuk isian formulir – formulir yang standar, ada yang berbentuk surat, ada pula yang berbentuk buku.

Namun, sebagai pegangan mengenai pengertian laporan, dapat dikatakan bahwa laporan adalah suatu cara komunikasi di mana penulis menyampaikan informasi kepada seseorang atau suatu badan karena tanggung jawab yang dibebankan kepadanya. Karena laporan yang dimaksud sering mengambil bentuk tertulis, maka dapat pula dikatakan bahwa laporan merupakan suatu macam dokumen yang menyampaikan informasi mengenai sebuah masalah yang telah atau tengah diselidiki, dalam bentuk fakta – fakta yang diarahkan kepada pemikiran dan tindakan yang akan diambil.


Dasar – Dasar Laporan
a.     Pemberi laporan
b.     Penerima laporan
c.     Tujuan laporan


Sifat Laporan
Sebuah laporan akan dianggap baik atau buruk tergantung dari keberhasilannya dalam memenuhi fungsinya yaitu mempengaruhi pembaca seperti yang diharapkan.
Sifat – sifat laporan, sbb:
a.     Laporan yang baik harus ditulis dalam bahasa yang baik dan jelas. Bahasa yang baik dan jelas itu dapat menimbulkan pengertian yang tepat, bukan kesan atau sugesti.
b.   Isi laporan harus diurutkan dan dikembangkan sedemikian rupa sehingga dapat masuk akal.
c.    Laporan harus mengandung imaginasi.
d.   Laporan yang dibuat harus sempurna dan komplit, yang berarti tidak boleh ada hal – hal yang diabaikan bila hal – hal itu diperlukan untuk memperkuat kesimpulan dalam laporan itu.
e.     Laporan harus disajikan secara menarik.


Macam – Macam Laporan
Laporan umum dibuat untuk kepentingan dunia usaha dan kepentingan pendidikan.
Di bawah ini pembagian laporan menurut bentuk dan maksudnya,sbb:
a.     Laporan berbentuk formulir isian
b.     Laporan berbentuk surat
c.     Laporan berbentuk memorandum
d.     Laporan perkembangan dan laporan keadaan
e.     Laporan berkala
f.       Laporan laboratoris
g.     Laporan formal dan semi-formal


Struktur Laporan Formal
Laporan harus disampaikan dalam bentuk dan struktur yang baik. Struktur laporan meliputi beberapa unsur, unsur – unsur tersebut dapat disusun menurut kedua variasi berikut:
                      A                                                                          B
Halaman judul                                              Halaman judul
Surat penyerahan                                      Surat penyerahan
Daftar isi                                                        Daftar isi       
Ikhtisar atau Abstrak                                Ikhtisar atau Abstrak
Pendahuluan                                                Kesimpulan
Isi laporan                                                     Saran (Rekomendasi)
Kesimpulan                                                   Pendahuluan
Saran (Rekomendasi)                               Isi laporan
Apendiks                                                        Apendiks
Bibliografi                                                       Bibliografi

Pendahuluan dan Isi Laporan dapat mendahului Kesimpulan dan Saran. Bentuk kedua dibuat dengan pertimbangan bahwa yang paling penting bagi penerima laporan adalah Kesimpulan dan Saran. Pendahuluan dan Isi Laporan hanya mempunyai fungsi umum yaitu sebagai bahan ilustrasi dan bahan penjelasan.
Catatan: apendiks dan Bibliografi masuk ke dalam Bagian Pelengkap.


Bahasa Sebuah Laporan
Bahasa yang dipergunakan dalam sebuah laporan formal haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. 

Bidang yang dilaporkan dan orang yang menerima laporan itu seringkali mempengaruhi pula gaya bahasa yang digunakan. Gaya bahasa yang dipakai harus bersifat objektif, impersonal, dan tidak boleh memihak.
Pemakaian kata yang tepat untuk gagasan yang akan disampaikan merupakan unsur yang penting dalam gaya bahasa. Laporan harus dapat dipahami dengan mudah.

Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali penggunaan kata “kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau satuan tertentu.


Laporan Buku
Laporan buku merupakan suatu macam laporan untuk kepentingan pendidikan atau perkuliahan di perguruan Tinggi.
Laporan ini berbeda dari laporan – laporan lain karena ia tidak diperlukan oleh penerima laporan. Karena itu cukup bila terdiri dari bagian – bagian berikut:
  • Judul 
  • Pendahuluan (mencakup syarat Penyerahan dan Pendahuluan) 
  • Isi Laporan 
  • Kesimpulan dan Saran.
            

Penutup
Bila laporan – laporan umum memperoleh bahan laporannya dari observasi, penelitian dan sebagainya, maka laporan buku memperoleh bahannya dari sebuah buku yang telah dibaca.

Pendeknya apa saja yang menjadi pokok sebuah laporan, entah bidang pendidikan, perdagangan, industri, diplomasi, teknik, ilmu pengetahuan, semuanya harus disusun secara logis dan jelas. Pada bagian akhir selallu disertai penilaina tentang baik-buruknya, serta saran – saran untuk mengambil tindakan bila perlu.

Baik laporan umum maupun laporan buku sebenarnya mempunyai titik singgung dengan ringkasan. Keduanya merupakan penyajian suatu pengetahuan yang lebih luas mengenai suatu hal, tetapi dibuat secara lebih singkat untuk maksud tertentu. Keduanya mempunyai perbedaan dengan ringkasan, yaitu ringkasan tidak mengndung pendahuluan dan kesimpulan.







Sumber : Keraf,Gorys.1994.Komposisi.NTT:Penerbit Nusa Indah.