Welcome to My Blog
Ekspesikan dirimu melalui tulisan
Mulai dengan sebuah kata

Rabu, 09 November 2011

USUL


Pengertian Usul
Usul atau proposal adalah suatu saran atau permintaan kepada seseorang atau suatu badan untuk mengerjakan atau melakukan suatu pekerjaan. Dapat pula terjadi bahwa usul atau proposal itu sama sekali tidak dimaksudkan untuk dikerjakan oleh orang atau badan yang mengajukan usul tersebut, tetapi dengan maksud agar orang atau badan yang menerima usul itu dapat melakukan apa yang diharapkan dalam proposal tersebut.

Sifat dan Jenis Usul
Macam – macam bidang yang dewasa ini bisa dijadikan sasaran usul yang bersifat bisnis adalah: penelitian, pengembangan, perencanaan dan pemasaran.
Usul dapat dibedakan berdasarkan bentuknya, yaitu usul formal, usul semi formal, dan non-formal.

Usul Non-formal
Usul – usul yang bersifat non-formal bentuknya beraneka ragam, tergantung dari penulis atau kesepakatan antara penulis dan penerima usul. Kadang – kadang usul non-formal disampaikan juga dalam bentuk memorandum atau surat. Hal – hal yang harus ada dalam usul non-formal
-      Masalah : harus dirumuskan dengan jelas.
-      Saran pemecahan : merupakan inti dan sasaran utama dari setiap usul.
-      Permohonan : penulis menyampaikan permohonan untuk melaksanakan pekerjaan yang khusus itu atau bersedia menyampaikan informasi yang diperlukan untuk keluar dari masalah yang dihadapi itu. Ia harus merumuskan dengan tegas apa yang ingin dikerjakan.
Karena membuat sebuah usul formal sering memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka sering pula disampaikan terlebih dahulu sebuah usul non-formal. Bila usul non-formal sudah diterima atau menarik perhatian penerima usul, baru dirundingkan untuk menyampaikan lagi suatu usul formal.

Usul Formal
Usul formal adalah usul yang memenuhi persyaratan bentuk tertentu. Sekurang – kurangnya harus memenuhi 3 persyaratan, yaitu:
-      Bagian Pelengkap Pendahuluan
Beberapa bagian yang mutlak perlu dimasukkan dalam bagian pelengkap pendahuluan ialah surat pengantara atau memorandum pengantar, halaman judul, ikhtisar atau abstrak, daftar isi, dan penegasan permintaan.
-      Isi Usul
Isi usul memuat rincian yang terperinci dari pekerjaan atau tugas yang akan dilakukan. Masalah – masalah yang akan dikerjakan itu berbeda – beda sifatnya, di samping itu situasinya pun tidak sama bahkan pada pekerjaan – pekerjaan yang dianggap sejenis. Namun demikian beberapa topik yang selalu akan dipertimbangkan untuk dimasukkan dalam isi sebuah usul, antara lain:
Pembatasan Masalah, Latar Belakang, Luas-Lingkup, Metodologi, Fasilitas, Personalia, Keuntungan dan Kerugian, Lama Waktu, Biaya, Laporan.
-      Bagian Pelengkap Penutup
Bagian ini sama dengan laporan dan tulisan formal lain, berisi bahan kepustakaan, lampiran – lampiran gambar, tabel, dan sebagainya yang dipergunakan dalam usul itu.







Sumber : Keraf,Gorys.1994.Komposisi.NTT:Penerbit Nusa Indah.

Senin, 07 November 2011

Mari Jadikan Membaca Sebagai Budaya


Di Indonesia, membaca belum bisa dikatakan sebagai budaya. Karena masih banyak di antara kita yang enggan meluangkan waktu untuk membaca. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya siswa di kantin – kantin daripada perpustakaan atau banyaknya pengunjung pusat perbelanjaan daripada toko buku. Dari situ kita tahu kalau masyarakat belum sadar akan pentingnya membaca.
 
“Ilmu seorang akan terlihat dari berapa banyak buku yang mereka baca”. Pernyataan tersebut tentu tidak salah, mengingat banyak manfaat yang didapat dari membaca. Seperti banyak ilmu dan pengetahuan yang akan didapat dari membaca, menambah kecakapan seorang dalam berbicara (memperbanyak kosa kata), membuat seorang lebih bijakasana, menghabiskan waktu luang dengan lebih bermanfaat, dan masih banyak hal – hal positif lain ketika kita mau menjadikan membaca sebagai budaya. 

Dari uraian di atas jelaslah manfaat membaca begitu banyak. Dan tidaklah rugi orang yang punya kebiasaan membaca. Jadi, bagaimana mungkin masih ada keraguan di hati kita untuk menjadikan membaca sebagai budaya, apalagi jika ada diantara kita yang masih tetap bermalas – malasan untuk membaca. Padahal membaca jelas – jelas mendatangkan banyak manfaat.

Cermati Dampak Iklan di Televisi


Televisi merupakan salah satu media komunikasi yang efektif, karena televisi ditonton oleh semua lapisan masyarakat. Bukan hanya itu, televisi juga ditonton oleh semua tingkatan umur, mulai dari anak – anak, remaja, sampai orang dewasa. Selain itu, televisi merupakan media komunikasi yang sangat menarik, karena merupakan media komunikasi audio visual. Maka dari itu, tidak heran jika banyak produsen yang mempromosikan produknya melalui media televisi, hal ini sering kita sebut iklan.
 
Iklan yang ada di televisi bukan hanya iklan akan produk atau barang saja, tetapi juga iklan dalam bentuk jasa. Iklan dalam bentuk produk tentu kita semua pasti tahu, seperti makanan / minuman, alat elektronik, pulsa, barang keperluan sehari – hari, dll. Iklan jasa pun pasti kita tahu, seperti iklan asuransi dan perbankan. Selain itu sifat iklan bukan hanya bersifat komersial tetapi juga sosial (seperti iklan layanan masyarakat).

Iklan yang sering kita tonton di televisi tentu memberikan keuntungan bagi produsen karena bisa mempromosikan produknya. Tetapi tidak hanya produsen, konsumen pun bisa mendapatkan keuntungan dari adanya iklan ini. Sebagai konsumen dengan adanya iklan, kita bisa mengetahui produk – produk terbaru, bisa membandingkan produk yang satu dengan produk yang lain, dan memilih produk yang sesuai dengan kita. 

Tetapi sayangnya, iklan juga akan memberikan dampak negatif kepada konsumen, Dengan adanya iklan konsumen akan lebih konsumtif. Tentu saja, konsumen banyak yang terjebak dengan iklan yang ada di televisi. Bagaimana tidak??? Jika kita lihat, iklan yang ada di televisi dikemas dengan sedemikian rupa, dibuat dengan semenarik mungkin. Bahkan iklan memang kadang melebihkan keadaan yang sebenarnya. Dengan begitu, konsumen pasti akan mencoba – coba produk tertentu hanya karena iklan yang dilihat di televisi begitu menarik. Seperti contohnya kaum wanita yang banyak terjebak produk kecantikan tertentu, hanya karena iklan yang ada di televisi. Iklan seperti inilah yang akan merugikan konsumen.

Mesin Fotokopi Ramah Lingkungan


Mesin Fotokopi
Akhir – akhir ini para penghuni bumi mulai berpikiran tentang kelangsungan planet ini. Banyak gerakan yang bermunculan untuk menyelamatkan bumi. Gerakan ini menyadarkan kita agar lebih mencintai bumi yang kita tinggali sekarang ini. Salah satu cara yang efektif adalah dengan membuat dan membeli produk – produk yang ramah lingkungan.


Salah satu produknya adalah mesin fotokopi yang ramah lingkungan. Cara kerja mesin fotokopi ini bisa lebih menghemat penggunaan kertas. Sekarang ini penggunaan mesin fotokopi sangat marak dalam dunia pendidikan dan perkantoran. Sungguh sangat tidak ramah lingkungan. Tetapi jika banyak yang menggunakan mesin fotokopi yang ramah lingkungan, hal ini tentu akan berdampak baik untuk lingkungan (bumi kita tercinta). Tentu kita semua berharap inovasi mesin fotokopi yang ramah lingkungan akan terus dilakukan sehingga bisa berdampak baik untuk bumi ini. 




Sumber Gambar: http://platform.ak.fbcdn.net/www/app_full_proxy.php?app=183319479511&v=1&size=z&cksum=f3230e40408d26a72c8b5da06a92a0ec&src=http%3A%2F%2Fwww.ciputraentrepreneurship.com%2Fimages%2Fstories%2Ftoshiba_copier.jpg

Berwirausaha Harus Menjadi Pilihan


Di zaman sekarang mencari pekerjaan begitu sulit,hal ini karena jumlah lapangan pekerjaan tidak sebanding dengan pencari kerja. Indonesia sendiri merupakan salah satu negara dengan angka pengangguran yang tinggi. Banyak orang berlomba – lomba mencari pekerjaan dan hanya sedikit orang yang bercita – cita serta berani mewujudkan cita – citanya untuk membuka lapangan kerja.



Salah satu cara membuat lapangan pekerjaan adalah dengan menjadi seorang wirausaha. Tetapi sayangnya banyak diantara kita yang enggan untuk berwirausaha dan lebih memilih menjadi pegawai / karyawan. Ini terlihat dari angka wirausaha yang masih di bawah 2% dari penduduk Indonesia. Seharusnya jika ingin masyarakat Indonesia sejahtera, angka wirausaha harus mencapai 5% atau bahkan lebih.

Sebenarnya jika yang diinginkan kesejahteraan, tentu menjadi pegawai / karyawan bukan merupakan pilihan. Karena pegawai / karyawan mempunyai waktu luang yang sedikit, bahkan ketika pensiun, tunjangan pensiun yang didapat tidak sama seperti ketika masih bekerja, hal ini sangat berbeda dengan berwirausaha. 

Tentu memutuskan untuk berwirausaha bukan merupakan pilihan yang mudah, banyak pertanyaan atau pernyataan yang muncul di pikiran kita, seperti “bisa nggak ya? Atau saya tidak berbakat”. Banyak yang berpikiran kalau berwirausaha merupakan bakat, tapi mereka salah karena siapapun bisa berwirausaha. Modal utama untuk berwirausaha adalah motivasi dan kemauan yang kuat. Selain itu jika ingin berwirausaha jangan hanya dipikirkan tapi harus dilakukan (do it now). 







Sumber Gambar: http://nugliztajulie.files.wordpress.com/2010/06/entrepreneurship2.jpg

Jumat, 28 Oktober 2011

Ancaman Krisis Yunani Terhadap Perekonomian Indonesia

Pertumbuhan ekonomi cenderung meningkat, seperti pada tahun 2009 dan 2010 masing-masing sebesar 4,6% dan 6,1%, bahkan IMF memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2011 akan mencapai 6,2%. Selain itu, banyak prediksi yang menyatakan bahwa Indonesia akan minim terkena krisis. “Namun, hal demikian tentunya tidak boleh membuat Indonesia lengah akan potensi pengaruh negatif atas krisis ekonomi global yang masih terus berlangsung ini terhadap masa depan ekonomi Indonesia," ujar Roubini.

Di beberapa negara di eropa krisis yunani cukup berdampak merugikan, seperti Deutsche Bank di Jerman, UBS AG di Swiss dan Dexia Bank di Belgia telah mengumumkan adanya prediksi terjadinya kerugian selama kuartal ketiga tahun ini. Bahkan di antara bank – bank tersebut, ada yang sudah mem-PHK pekerjanya sebagai upaya penanggulangan efisiensi pengeluaran.

Imbas krisis di Eropa bakal menjalar ke Asia, bagi Fauzi tampaknya bukan hal yang mustahil. Soalnya, jika perbankan di Eropa terpuruk, maka Asia pasti akan terkena. Sebab, sekitar 40 persen pendanaan perbankan di Asia berasal dari perbankan Eropa. "Kalau perbankan Asia terpukul, maka perbankan domestik juga akan terseret," ujarnya. Dia khawatir, jika krisis utang di Eropa berlarut-larut, negara-negara kawasan Asia termasuk Indonesia bisa saja terkena dampaknya. Jika ekonomi global memburuk, pasar modal sebagai indikator masuknya investor juga akan berimbas.

Dari sektor riil, krisis di kawasan Yunani dan Eropa dikhawatirkan dapat mengurangi nilai ekspor Indonesia ke kawasan tersebut, karena krisis Yunani mengurangi daya beli masyarakat di Eropa (penurunan permintaan akan produk impor). Kemudian dari sektor keuangan, meski Indonesia telah membuktikan adanya fundamental ekonomi yang kuat, namun dampak dari krisis Yunani akan semakin meningkatkan aliran capital inflow dan hot money. Utang Indonesia yang cukup banyak dan dengan bunga yang sangat tinggi membuat Indonesia rentan terhadap guncangan ekonomi ekternal.

Namun, keputusan pemerintah untuk tidak menambah utang cukup bagus untuk memperkuat pondasi ekonomi. Saat ini, utang Indonesia semakin berkurang, sehingga beban anggaran negara dalam jangka panjang akan terus berkurang. Diharapkan dengan begini Indonesia akan bisa bertahan dan krisis yunani yang terjadi sekarang ini tidak akan terlalu berpengaruh terhadap perekonomian negara kita.








Sumber:

Minggu, 23 Oktober 2011

MACAM – MACAM PENALARAN


Penalaran adalah proses berpikir yang bertolak dari pengamatan indera (pengamatan empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi – proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Proses inilah yang disebut menalar.
Dalam penalaran, proposisi yang dijadikan dasar penyimpulan disebut dengan premis (antesedens) dan hasil kesimpulannya disebut dengan konklusi (consequence). Hubungan antara premis dan konklusi disebut konsekuensi.
Menurut Tim Balai Pustaka (dalam Shofiah, 2007 : 14) istilah penalaran mengandung tiga pengertian, diantaranya :
1. Cara (hal) menggunakan nalar, pemikiran atau cara berpikir logis.
2. Hal mengembangkan atau mengendalikan sesuatu dengan nalar dan bukan dengan perasaan atau pengalaman.
3. Proses mental dalam mengembangkan atau mengendalikan pikiran dari beberapa fakta atau prinsip.
Ada dua jenis metode dalam menalar yaitu deduktif dan induktif.



A. Metode Deduktif

Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.
Penalaran deduktif merupakan prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus.
Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala. Penalaran deduktif tergantung pada premisnya. Artinya, premis yang salah mungkin akan membawa kita kepada hasil yang salah, dan premis yang tidak tepat juga akan menghasilkan kesimpulan yang tidak tepat.
Penarikan secara langsung ditarik dari 1 premis. Penarikan secara tidak langsung ditarik dari 2 premis. Premis pertama yang bersifat umum sedangkan premis kedua bersifat khusus.
Contoh: Masyarakat Indonesia konsumtif (umum) dikarenakan adanya perubahan arti sebuah kesuksesan (khusus) dan kegiatan imitasi (khusus) dari media-media hiburan yang menampilkan gaya hidup konsumtif sebagai prestasi sosial dan penanda status sosial.

Jenis Penalaran Deduktif, yaitu :
1. Silogisme
Silogisme adalah suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan). Dengan fakta lain bahwa silogisme adalah rangkaian 3 buah pendapat, yang terdiri dari 2 pendapat dan 1 kesimpulan. 
Silogisme dibagi 3, yaitu:
a. Silogisme Kategorial
Silogisme Kategorial yaitu Silogisme yang terjadi dari tiga proposisi:
• Premis umum : Premis Mayor (My)
• Premis khusus :remis Minor (Mn)
• Premis kesimpulan : premis kesimpulan ( K ), dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.
Contoh silogisme kategorial :
My : semua mahluk hidup bisa bernafas
Mn : kucing adalah mahluk hidup
K : kucing bisa bernafas

b. Silogisme Hipotesis
Silogisme hipotesis yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor yang berproposisi konditional hipotesis. Konditional hipotesis yaitu : bila premis minornya membenarkan anteseden, simpulannya membenarkan konsekuen. Bila minornya menolak anteseden, simpulannya juga menolak konsekuen.
Contoh silogisme hipotesis :
My : jika tidak ada uang manusia sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
Mn : Uang tidak ada
K : jadi, manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya

c. Silogisme Alternatif
Silogisme Alternatif yaitu silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Simpulannya akan menolak alternatif yang lain.
Contoh silogisme alternatif :
My : Kucing berada di dalam rumah atau di luar rumah
Mn : Kucing berada di luar rumah
K : Jadi, kucing tidak berada di dalam rumah


2. Entimen
Silogisme ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan simpulan.
Contoh Entimen :
• Dia naik jabatan karena ia rajin bekerja.
• Anda naik gaji karena anda berhak menerima kenaikan jabatan itu.




B. Metode induktif

Metode berpikir induktif adalah metode yang digunakan dalam berpikir dengan bertolak dari hal-hal khusus ke umum.
Hukum yang disimpulkan di fenomena yang diselidiki berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diteliti.
Menurut Suriasumantri (dalam Shofiah, 2007 :15) penalaran induktif adalah suatu proses berpikir yang berupa penarikan kesimpulan yang umum atau dasar pengetahuan tentang hal-hal yang khusus. Artinya,dari fakta-fakta yang ada dapat ditarik suatu kesimpulan.
Kesimpulan umum yang diperoleh melalui suatu penalaran induktif ini bukan merupakan bukti. Hal tersebut dikarenakan aturan umum yang diperoleh dari pemeriksaan beberapa contoh khusus yang benar, belum tentu berlaku untuk semua kasus.

Aspek dari penalaran induktif adalah analogi dan generalisasi. Menurut Jacob (dalam Shofiah, 2007 :15), hal ini berdasarkan bahwa penalaran induktif terbagi menjadi dua macam, yaitu generalisasi dan analogi.

1. Generalisasi
Generalisasi merupakan penarikan kesimpulan umum dari data atau fakta-fakta yang diberikan atau yang ada. Hipotesa berasal dari bahasa Yunani: hypo = di bawah;thesis = pendirian, pendapat yang ditegakkan, kepastian. Artinya, hipotesa merupakan sebuah istilah ilmiah yang digunakan dalam rangka kegiatan ilmiah yang mengikuti kaidah-kaidah berfikir biasa, secara sadar, teliti, dan terarah.Dalam berfikir sehari-hari, orang menyebutnya anggapan, perkiraan, dugaan, dan sebagainya. Hipotesa juga berarti sebuah pernyataan atau proposisi yang mengatakan bahwa diantara sejumlah fakta ada hubungan tertentu.
Proses pembentukan hipotesa adalah proses penalaran, yang melalui tahap-tahap tertentu. Hal demikian juga terjadi dalam pembuatan hipotesa ilmiah, yang dilakukan dengan sadar, teliti, dan terarah.
Generalisasi mencakup ciri – ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengembangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistik, dan lain-lain. 

Macam – macam generalisasi :  
a. Generalisasi sempurna
Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
Contoh Generalisasi Sempurna: Sensus penduduk

b. Generalisasi tidak sempurna
Generalisasi tidak sempurana adalah generalisasi berdasarkan sebagian fenomena untuk mendapatkan kesimpulan yang berlaku bagi fenomena sejenis yang belum diselidiki.
Contoh Generalisasi tidak sempurna:
Hampir seluruh pria dewasa di Indonesia senang memakai celana pantalon.

Generalisasi yang tidak sempurna juga dapat menghasilkan kebenaran apabila melalui prosedur pengujian yang benar.
Prosedur pengujian atas generalisasi tersebut adalah:
  1. Jumlah sampel yang diteliti terwakili.
  2. Sampel harus bervariasi.
  3. Mempertimbangkan hal-hal yang menyimpang dari fenomena umum/ tidak umum.

2. Analogi

Analogi adalah proses penyimpulan berdasarkan kesamaan data atau fakta. Analogi dapat juga dikatakan sebagai proses membandingkan dari dua hal yang berlainan berdasarkan kesamaannya, kemudian berdasarkan kesamaannya itu ditarik suatu kesimpulan.
Contoh Analogi:
Sebuah tiang yang terbuat dari bahan yang berkualitas baik tidak mudah digoyahkan apalagi dirobohkan.
Siapa saja yang ingin merusak akan sia-sia saja karena kekuatan yang dimilikinya berbeda dengan tiang yang dibuat dari bahan yang bermutu rendah. Tiang yang terbuat dari bahan yang bermutu rendah mudah untuk dirobohkan. Begitu pula dengan keimanan yang dimiliki seseorang. Seseorang yang beriman dengan dasar keagamaan yang kuat tidak akan mudah digoyahkan oleh godaan dan pengaruh yang akan merusak keimanannya.
Kesimpulan:keteguhan iman seseorang dapat diibaratkan sebagai kekokohan tiang yang berkualitas baik.







Sumber :